https://jurnal.sttati.ac.id/index.php/jti/issue/feed Jurnal Teologi Injili 2026-05-20T06:46:06+07:00 Hari Wahyudi, M.Th hariwahyudi@sttati.ac.id Open Journal Systems <p><strong>Jurnal Teologi Injili</strong> adalah jurnal ilmiah bidang teologi injili yang diterbitkan oleh <strong>Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak</strong>. Menerima naskah dari para peneliti teologi injili, dosen, mahasiswa, dan praktisi yang akan memperkaya keilmuan teologi injili. Jurnal ini menerima naskah-naskah dengan scope <strong>Teologi: </strong>Teologi Sistematika; <strong>Penelitian Biblikal:</strong> Tafsir Perjanjian Lama, Tafsir Perjanjian Baru, Pengembangan Metode Tafsir, Teologi Perjanjian Lama, Teologi Perjanjian Baru; <strong>Misi dan Pertumbuhan Gereja</strong>: Teologi Penginjilan, Strategi Penginjilan, Misiologi, Pelayanan Lintas Budaya, Pertumbuhan Gereja, Misi Kontekstual, Pembinaan Warga Gereja, Sejarah Gereja; <strong>Pastoral: </strong>Teologi Pastoral, Pastoral Konseling; <strong>Kepemimpinan</strong>: Teologi Kepemimpinan, Etika Kristen atau Gereja, Manajemen Gereja; <strong>Pendidikan Agama Kristen : </strong>Pendidikan Kristiani dalam Keluarga, Sekolah, Gereja dan Masyarakat, Teologi PAK, Strategi Pembelajaran.</p> <p>Jurnal Teologi Injili diterbitkan dua kali dalam 1 tahun <strong>(Juni dan Desember).</strong> Naskah akan masuk dan akan direview oleh editor, jika lolos review awal maka selanjutnya naskah akan direview oleh para reviewer yang kompeten sesuai bidang ilmu. Semua naskah yang diterbitkan adalah naskah yang telah melalui proses peer review.</p> <p>Jurnal Teologi Injili telah terakreditasi <strong>SINTA 2</strong> berdasarkan <strong>Keputusan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi</strong> dengan <strong data-start="1235" data-end="1260">SK No. 295/C/C3/KPT/2026</strong></p> <p>E-ISSN: <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2798-303X">2798-303X</a></p> https://jurnal.sttati.ac.id/index.php/jti/article/view/225 Misi Gereja di Era Globalisasi: Sintesis Fondasi Kristosentris Barth dan Stott dengan Kepekaan Kontekstual Knitter dan Goheen 2026-02-13T06:00:45+07:00 Noh Ruku nohruku67@gmail.com Galuh Pandandari galuhruku@gmail.com <p>Globalisasi mengubah cara gereja memahami dan menjalankan misinya di tengah dunia yang plural. Situasi ini menuntut refleksi teologis agar misi tetap setia pada Injil sekaligus peka terhadap konteks. Dalam kerangka ini, Karl Barth dan John Stott memberikan fondasi kristosentris yang kuat, sementara Paul Knitter dan Michael Goheen menghadirkan kepekaan kontekstual dalam menghadapi pluralisme dan dinamika global. Penelitian ini bertujuan mensintesis pemikiran Barth dan Stott sebagai dasar teologis dengan Knitter dan Goheen sebagai mitra dialog kontekstual bagi misi gereja masa kini. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan analisis teologis terhadap karya utama keempat tokoh. Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya mengintegrasikan kristologi Barth yang menekankan inisiatif Allah, serta Stott yang menghubungkan Injil dan tanggung jawab sosial, dengan pendekatan Knitter yang dialogis dalam konteks pluralisme dan Goheen yang melihat misi sebagai partisipasi dalam karya Allah di dunia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Barth dan Stott meneguhkan pusat misi pada karya keselamatan di dalam Kristus, sementara Knitter dan Goheen memperluas praksis misi agar lebih kontekstual dan transformatif. Kesimpulannya, sintesis keempat pemikiran ini menghasilkan kerangka misi gereja yang tetap berakar pada Kristus sekaligus relevan di tengah dunia global yang beragam.</p> 2026-03-29T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Teologi Injili https://jurnal.sttati.ac.id/index.php/jti/article/view/335 Sahala Pneumatik: Rekonstruksi Teologis Spiritualitas Masyarakat Batak dalam Kerangka Pneumatologi Paulus 2026-02-23T21:39:14+07:00 Marlon Butar-Butar marlonbutarbutar1965@gmail.com <p>Artikel ini bertujuan merekonstruksi konsep <em>sahala</em> dalam spiritualitas Batak melalui kerangka teologi kontekstual dengan perspektif pneumatologi Paulus. Dalam tradisi Batak, <em>sahala</em> dipahami sebagai daya spiritual yang berkaitan dengan kewibawaan, legitimasi, dan kualitas hidup seseorang dalam relasi dengan komunitas, leluhur, dan tatanan ilahi. Namun, dalam konteks kekristenan Batak masa kini, konsep ini sering berada dalam posisi ambigu antara dipertahankan sebagai identitas budaya dan dipersoalkan secara teologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan teologi kontekstual model sintesis untuk membaca ulang <em>sahala</em> dalam terang pemahaman tentang Roh Kudus sebagai sumber kehidupan, pembaruan, dan persekutuan. Metode yang digunakan bersifat kualitatif-deskriptif melalui studi literatur terhadap kajian antropologi Batak dan teologi Kristen, khususnya Paulus . Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>sahala</em> dapat ditafsir ulang bukan sebagai kekuatan magis atau genealogis, melainkan sebagai simbol kultural yang mengungkapkan pengalaman manusia akan daya ilahi yang memberi hidup. Dari dialog ini dirumuskan konsep <em>Sahala Pneumatik</em>, yaitu suatu sintesis teologis yang menempatkan pengalaman religius lokal dalam relasi dengan karya Roh Kudus. Konsep ini menandai pergeseran dari pemahaman kuasa sebagai pewarisan menuju anugerah, dari struktur genealogis menuju relasi iman, serta dari dominasi menuju transformasi hidup. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teologi kontekstual di Indonesia dengan menunjukkan bahwa konsep budaya lokal dapat menjadi locus refleksi teologis yang sah dan produktif. Selain itu, konsep <em>Sahala Pneumatik</em> membuka ruang bagi gereja untuk mengembangkan pendekatan pastoral dan liturgis yang lebih kontekstual tanpa kehilangan dasar teologisnya.</p> 2026-06-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Teologi Injili https://jurnal.sttati.ac.id/index.php/jti/article/view/365 Signifikasi Visi Injil Kerajaan Allah sebagai Fondasi Tata Kelola Perguruan Tinggi Kristen 2026-05-13T10:59:52+07:00 Tumpal H. Hutahaean hutahaean.tumpal@gmail.com Eirene G. A. Hutahaean eirenegabriella@gmail.com <p>Penelitian ini menganalisis visi Injil Kerajaan Allah sebagai landasan tata kelola Perguruan Tinggi Kristen (PTK) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen (PTKK) di Indonesia di tengah tuntutan akreditasi, globalisasi, revolusi industri 4.0, dan sekularisasi. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, analisis teologis-biblikal, dan kajian manajerial, penelitian ini menegaskan bahwa visi Injil Kerajaan Allah menyediakan kerangka teologis yang kokoh dan operasional bagi institusi Kristen. Kebaruan penelitian terletak pada perumusannya sebagai paradigma operasional yang mengintegrasikan misi, kepemimpinan, kurikulum, dan akuntabilitas dalam narasi pemerintahan Allah yang sudah hadir namun belum digenapi. Temuan mengidentifikasi tiga pilar: sentralitas kedaulatan Kristus, kepemimpinan redemptif, dan transformasi sistem mutu PPEPP. Tata kelola PTK dan PTKK dipahami sebagai praksis kelembagaan yang membentuk komunitas seturut nilai kebenaran, keadilan, dan penatalayanan bagi kemuliaan Allah.</p> 2026-06-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Teologi Injili https://jurnal.sttati.ac.id/index.php/jti/article/view/361 Pola Penyelesaian Konflik Suami-Istri: Sebuah Tawaran dan Jawaban Berdasarkan Tulisan-Tulisan Paulus 2026-05-13T06:34:56+07:00 Manase Gulo manasegulosttab@gmail.com Leniwan Darmawati Gea leniwangea83@gmail.com <p>Konflik antara suami dan istri adalah realitas yang marak terjadi dan terus meningkat, serta memiliki dampak yang besar. Berdasarkan data, ditemukan bahwa banyak keluarga yang bercerai karena konflik. Hal ini terjadi karena suami dan istri tidak menjalankan fungsi dengan baik. Selain itu, suami-istri tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang penyelesaian konflik. Artikel ini bertujuan menyelidiki penyebab konflik suami-istri dan menawarkan pola pendekatan baru berdasarkan tulisan Paulus sebagai jawabannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, kesatuan adalah standar mutlak yang dikehendaki oleh Allah dalam relasi suami-istri. Kedua, konflik adalah bentuk negasi terhadap kesatuan suami-istri. Ketiga, pola pendekatan rasul Paulus yang relevan untuk penyelesaian konflik suami-istri yaitu, pendekatan internal yang meliputi, memilih waktu yang tepat dalam komunikasi, komunikasi verbal yang berlandaskan kasih, meredam eskalasi amarah, serta terminasi kepahitan dan memberikan pengampunan. Selanjutnya pendekatan eksternal yang meliputi pendekatan klarifkasi, pendekatan persuasif, pendekatan konseling, pendekatan spiritual.</p> 2026-06-26T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Teologi Injili https://jurnal.sttati.ac.id/index.php/jti/article/view/356 Christian Stewardship: Reinterpreting Psalm 24:1 in the Context of Environmental Awareness Education 2026-05-20T06:46:06+07:00 Agustina Pasang thina340@gmail.com <p><em>This article aims to find the concept of service in Psalm 24: 1 as a theological basis for the context of environmental awareness education using research methods with the content analysis approach and literature study. The results showed that the earth and all of its contents belonged to God that contain strong ethical and pedagogical implications for believers in maintaining ecology. In this case the service is understood as a moral obligation but also as a form of participation of believers in carrying out God's mission towards the world. Christian stewardship affirms Divine ownership of creation, Stewardship as a Christian Ecological Ethic, stewardship encompasses social, spiritual, and ecological responsibilities. This article also proposes the integration of ecotheological values in the Christian education curriculum as one of the strategies to foster concern for the environment based on faith education, thus Christian education can become a transformative agent in building a culture of sustainable environmental awareness</em>.</p> 2026-06-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Teologi Injili